Lampu taman yang satu persatu menyala, keheningan malam yang semakin menyengat dirasakan Sani cewe imut yang punya kebiasaan menyendiri ini, dengan memasang wajah penuh kecemasan sambil sesekali melirik jam di pergelangan tangannya.
Tak sia-sia penantiaanya berjam-jam , Anton cowo keren satu sekolah pun tiba menghampirinya, dengan laga santainya ia membawa tas jinjing berisi notebook milik sani yang dipinjamnya.
Dengan rasa kesal sani merebut notebook miliknya, marahnya ia terhadap anton yang selalu terlambat jika berjanji. Anton yang dari tadi hanya cuek, tidak merasa bersalah atas kesalahanya dan tidak sedikitpun meminta maaf.
Sebenarnya mereka sudah berteman begitu lama, mnamun karena perbedaan prilaku di sekolah, sehingga tidak ada satupun teman sekolah mereka yang mengetahui persahabatan mereka.
Anton yang selalu di gemari banyak siswi di sekolahnya, dan termasuk cowo popular dikarnakan ia seorang kapten futsal di sekolah, yang selalu menjuarai berbagai perlombaan futsal.
Sedangkan Sani hanya cewe gendut dengan tampang imut dan cukup menyenangkan, namun tidak banyak yang mengenalnya, mungkin hanya teman sekelasnya saja yang mengenalnya, walaupun begitu Sani pun termasuk siswi yang pintar, ia juga selalu menjuarai perlombaan di bidang sains. Kemenangan sani di berbagai perlombaan gag banyak berpengaruh di lingkungan sekolahnya, karena sani cenderung lebih tertutup dan pendiam.
Karna perbedaan itulah tidak ada yang mengetahui persahabatan mereka di luar sekolah yang begitu akrab, mereka juga gag pernah kelihatan ngobrol maupun jalan berdua di lingkungan sekolah, walupun sebenarnya mereka satu kelas.
Hal tersebut gag bikin mereka sulit untuk tetap menjalin hubungan pertemanan mereka yang sudah lama banged terjalin, diluar sekolah mereka selalu jalan bersama, dikarenakan hobi maen cd game mereka, di samping itu orang tua merekapun cukup dekat.
Sani dan Anton sebenarnya sudah di jodohkan oleh kedua orang tua mereka, tanpa sepengetahuan mereka, orang tua mereka berjanji menikahkan mereka setelah umur mereka 21 tahun.
***
Di sekolah yang cukup besar ini, tidak hanya cowo yang popular, tentu ada juga kalangann cewe yang cukup popular, kepopuleran mereka bukan karena prestasi yang mereka raih, namun karena orang tua mereka termasuk donator terbesar di sekolah tersebut.
Grace dan gangnya adalah kumpulan cewe popular itu, watak mereka yang tidak pernah menyenangklan hati selalu menjadikan mereka semakin merasa berkuasa, grece ketua kelompok babycute ini ternyata menyukai anton, ia amat kagum terhadapnya.
Anton yang selalu cuek dengan cewe, gag pernah perduli sama grace yang sebenarnya selalu tebar pesona kepadanya, gag hanya itu grace pun pernah beberapa kali nembak anton dengan hasil tolakan mentah-mentah yang meluncur dari mulut manis cowo itu.
Grace cewe banyak uang ini, ternyata masih punya kekuranagan yang selalu ia rasakan, ia selalu merasa Sani adalah saingan terberatnya, bukan karena sani teman anton karena ia pun juga tidak mengetahui persahabatan antara anton dan sani, ,elainkan karena sani merupakan saingan terberatnya dalam olimpiade sains, perlombaan yang selalu ingin ia ikuti.
***
Di suatu mal dekat taman
Dikarenakan jarak pandang yang cukup jauh, grece tidak tampak jelas melihat sani, yang sedanmg menemani anton mencari cd game keluaran terbaru dari toko langgananya, grece melihat lebih dekat agar ia mengetahui siapa cewe yang sedang jalan bersama anton itu, dengan perasaan yang amat terkejut grece kaget sekali melihat cowo yang di sukainya jalan dengan cewe yang amat ia benci.
Sambil berfikir grace memiliki niat buruk, ia ingin agar apa yang ia lihat diketahui seluruh anak satu sekolah, grace ingin anton malu jalan dengan cewe yang gag sebanding dengannya, dan juga ingin membuat mundur Sani dalam perlombaan sains yang beberapa minggu lagi akan di gelar.
Nampaknya perasaan yang ia miliki terhadap anton telah berubah benci, karena ia bosan mendapat jawaban yang tidak menyenangkan dari anton. Grace pun menagabadikannya denagan memotret mereka yang sedang jalan berdua.
***
Saat alaram masuk sekolah di bunyikan, grace dan kawananya menyebarkan selembaran, yang dibagikan ke setiap siswa dan siswi satu sekolah kecuali anton dan sani, dengan permintaan jangan di buka sebelum upacara selesai.
Saat upacara selesai dan seluruh murid di persilakan bubar dari barisan, dengan cepat grace lari menuju mic di depan lapangan, dan mendeklarasikan Sesutu yang tidak di ketahui anton maupun sani.
Saat grace mempersilakan seluruh murid membuka selembaran tersebut, seluruh murid menyorotkan matanya ke hadapan anton dan sani, wajah bingung di perlihatkan oleh sani dan anton.
Anton yang heran mengambil selembaran yang sedang di pegang billy, teman sebelahnya, anton hanya meringis, sani yang semakin bingungpun ikun melakukan hal yang sama, wajah berbeda yang di tampakan sani, wajah pucat tanpa kata.
Anton ikut maju ke mimbar dimana grace berada, anton hanya bicara singkat, anton akhirnya memberitahukan semuanya kepada seluruh peserta upacara itu, grace yang semula merasa senang, tiba-tiba merubah sikapnya.
Dengan mic yang di bawa anton menghampiri sani, di tengah kerumunan barisan, anton mengungkapkan perasaan yang ia pendam selama ini terhadap sani, bahwa anton amat saying dan kagum terhadap sani, sani yang m,asih pucatpun reflex memeluk anton, sebenarnya sani pun juga memiliki rasa yang sama terhadap anton.
Di sanalah juga terjadi deklarasi cinta dari anton dan sani, tanpa memojokan grace sedikitpun, dan mengakhiri seluruh rangkaan upacara tambahan itu.
Setelah beberapa hari, grece yang merasa bersalah, menghampiri sani yang sedang serndiri di kantin, ia meminta maaf kepadanya, sani pun dengan tangan terbuka menerima permintaan maafnya.
Disitulah awal dimana sani lebih dikenal di lingkungan sekolahnya, hal yang tetap tidak membuat cewe itu jadi sombong, sani membantu grace menjadi orang yang lebih baik, dan dalam perlombaan mereka menjadi group yang solit, berkat permintaan sani kepada guru ipa, agar mengikut sertakab grace dalam perlombaan sains.
Tidak ada lagi populeritas di sekolahan itu, yang ada hanya persahabatan erat, antar seluruh warga sekolah tersebut, dan prestasi yang di tonjolkan.
Setelah lulus dari sma, dan sudah sukses dalam bekerja, umur yang juga sudah menginjak usia 21tahun itu, mereka meresmikan hubungan mereka dengan pernikahan, tanpa paksaan dari perjodohan kedua orang tua mereka, karena mereka sudah berhubungan dengan berlandaskan persahabatan yang erat.
THE END

Tidak ada komentar:
Posting Komentar